Jumat, 15 April 2016

[Cerpen] Dia yang Memperhatikanmu (part 3)

[Cerpen] Dia yang Memperhatikanmu (part 3)
Suara orang-orang yang sibuk menurunkan barang bawaannya membangunkanku dari tidur lelapku. “Udah sampai stasiun ternyata, Alhamdulillah nyampek” batinku. Aku melihat barang-barangku yang aku peluk sewaktu tidur. Masih utuh dan lengkap. Aku pun bergegas dari tempat dudukku. Dengan mata yang masih samar setelah bangun dari tidur, aku mengecek handphone kalau ada kabar dari dia, temanku. Aku memang sudah janjian dengan dia, kalau nanti sampai stasiun bakalan dijemput. Ternyata memang benar. Ada pesan singkat dari Dia. Isinya kurang lebih seperti ini.
Nanti kalo udah nyampek sms aja bro. Aku dah di stasiun. Slow aja... aku juga lagi hunting photo kok.
Aku pun segera membalas pesan singkat itu. 

“Woyy... !” terdengar suara dan tepukan di bahu yang mengagetkanku. Ternyata Dia. “Gilee lu. Kaget gua” jawabku spontan. Diapun hanya tertawa terbahak-bahak. Seakan-akan tidak peduli kalau jantung ini mau copot. “Yaudah, shalat dulu sana. Blm shalat kan luu” kata Dia.

Selama perjalanan dia begitu cerewetnya menjelaskan apa saja yang kita lihat di kanan-kiri eksotisnya jalanan kota pelajar di sore hari itu. Bagai pemandu wisata yang mau di bayar lebih. Aku tersenyum dan dalam batinku terucap : “Inilah Dia. Laki-laki yang kata orang pendiem, sombong karena jarang nyapa, maklum deh orangnya pemalu, aneh, absurd gitu deh. Apalagi kalau sama wanita. Cuma bisa jadi patung. Tapi entahlah kalau selama beberapa tahun ini sudah berbeda jadi sedikit lebih percaya diri. Tapi kalo udah kenal ramenya minta ampun deh”. Aku pun tertawa sendiri. Lalu bagaimana perasaan dia, apakah masih terjaga untukmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar