Kamis, 05 Mei 2016

String Art ala Anak Matematika

Mungkin bagi kalian matematika selalu berhubungan dengan menghitung dan angka-angka. Well, pernyataan itu tidak bisa aku tolak. Memang itu adalah kegiatan sehari-hari yang aku temui di dalam perkuliahan. Aku merupakan mahasiswa matematika di salah satu universitas di Yogyakarta yang terkenal dengan prodi pendidikannya. Akan tetapi aku mengambil prodi matematika alias matematika murni.

Banyak yang berfikir bahwa para mahasiswa matematika kegiatannya adalah hanya menghitung di dalam kelas atau ruangan dan tidak ada kegiatan praktiknya. Ternyata kasus itu tidak terjadi pada diri kami sebagai mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam proses kegiatan belajar mengajar matematika di kampus ini ternyata ada praktik di lapangan dan juga praktik di laboratorium. Ada dua tipe laboratorium matematika yang kami gunakan yaitu laboratorium komputer dan geometri.

Pada tahun pertama kuliah kami, ternyata ada sebuah mata kuliah yang menyalurkan hobiku dalam seni. Mata kuliah itu adalah Geometri dan seni yang diajarkan adalah String Art. String Art merupakan bagian dari seni tapi tidak umum kita temui seperti sketching, lukisan atau seni lainnya.String Art tentu saja adalah sebuah seni yang menggunakan tali.

Beberapa hasil String Art Karya Anak Matematika Swadana 2012

Dalam membuat sebuah string art kita membutuhkan papan kayu, tali, dan paku atau pin sebagai bahan utamanya. Bisa juga dengan tambahan bahan yaitu kertas kanvas, lem dan cat warna. Peralatannya cukup mudah ditemui yaitu palu dan penjepit. 

String art ala anak matematika ini tentu saja ada pembelajaran tentang matematika geometri di dalamnya. Yaitu pembahasan tentang titik, garis dan bidang. Serta sifat-sifat yang bisa ditemui dalam ketiga hal tersebut. Proses pembelajaran seperti ini merupakan suatu hal yang menyegarkan dan menyenangkan dalam matematika menurut diriku sendiri. Walaupun dalam proses pembuatannya tidak semudah dengan apa yang kita lihat.

Dalam membuat string art ini kami perlu menggambar desain di sebuah kertas kemudian kita ajukan ke dosen. Apakah ini sesuai dengan sifat-sifat yang ada dalam geometri. Jika tidak, kami akan membuat desain baru dan mengajukannya lagi ke dosen. Kemudian dalam menyambungkan tali ke paku-pakunya ada tekniknya tersendiri agar sesuai dengan pembelajaran dalam geometri. Karya-karya kami bisa kalian lihat di laboratorium geometri atau lebih terkenal dengan nama Bengkel Matematika. Karya-karya yang ada di Bengkel Matematika sangat banyak dan beragam. Terutama media-media pembelajaran yang dibuat oleh prodi pendidikan matematika.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar