Minggu, 28 Agustus 2016

Tips Memotret Ketika Festival Lampion Waisak di Candi Borobudur

Mei 2016 - Waisak adalah hari suci yang selalu diperingti oleh seluruh umat Budha diseluruh dunia. Tanpa terkecuali bagi umat Budha di Indonesia yang kegiatannya terpusat di Candi Borobudur, Magelang. Hari raya Waisak diperingati pada bulan Mei saat purnama Sidhi atau terang bulan untuk memperingati 3 peristiwa penting yaitu lahirnya pangeran Siddharta, penerangan agung pangeran Siddharta menjadi Buddha, dan wafatnya Buddha Gautama.

Salah satu bagian dalam prosesi Waisak adalah pelepasan lampion. Ada yang mengatakan bahwa pelepasan lampion adalah puncak perayaan Waisak. Puncak acara yaitu pelepasan lampion bisa disebut juga dengan festival lampion. Namun sesungguhnya pelepasan lampion ini masuk dalam serangkaian prosesi acara keagamaan dan ritual yang biasa ada saat perayaan Waisak. Makna dari pelepasan lampion pada acara Waisak adalah pengharapan para umat Budha untuk keadaan yang lebih tinggi. Melepasan lampion pada acara festival lampion selain diikuti oleh umat Budha juga bisa diikuti oleh khalayak umum. Namun bagi anda yang ingin melepasan lampion pada acara festival lampion anda harus mengkonfirmasi ke panitia beberapa hari sebelum hari H dan membayar sejumlah biaya. Akan tetapi jika anda hanya ingin mengambil foto atau video, anda tidak akan dikenakan biaya sedikitpun. Termasuk terbebas dari biaya masuk candi Borobudur.

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Perhatikan Cuaca
Tidak dapat dipungkiri bahwa cuaca merupakan faktor penting yang harus diperhatikan disaat kita pergi ke suatu tempat. Sejauh pengalaman saya tinggal di Borobudur pada hari Waisak sering terjadi hujan lebat. Akan tetapi datangnya hujan bukanlah hal yang datang sebagai pengganggu namun dianggap sebagai rejeki dari Tuhan. Hujan biasanya turun dari sekitar pukul tiga sore sampai malam menjelang. Akan tetapi beberapa jam sebelum acara pelepasan lampion kemungkinan sudah reda. Walaupun itu tidak dapat dipastikan. Biarkan Tuhan yang mengatur.
(Berdoa saja semoga cuaca mendukung...)

2.  Ketahui Waktu dan Tempat Pelepasan Lampion dari Sumber yang Terpercaya
Dari tahun ke tahun pelepasan lampion  tidak selalu dimulai pada jam yang sama dan tempat yang sama. Memang betul bahwa lokasi pelepasan lampion berada di kawasan candi Borobudur. Akan tetapi bisa berada di sisi yang berbeda dari tahun sebelumnya. Juga waktu pelepasan lampion tidak selalu sama dengan tahun sebelumnya.
(Jadi.. lihat jadwal baik-baik yaa..)

3. Perhatikan Langkah Anda
Seperti biasa pada acara yang langka seperti ini pasti banyak pengunjung yang datang untuk berburu momen. Terlebih lagi mereka akan berebutan memilih lokasi yang bagus untuk mengambil gambar. Akan tetapi kita juga harus memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan. Jangan sampai anda melewati taman-taman yang ada di sana dan akibatnya taman itu menjadi rusak. Selain itu buanglah sampah pada tempat yang sudah disediakan.
(Jaga baik-baik lingkungan ya..!)

4. Hindari Penggunaan Flash
Flash memang membantu anda dalam pengambilan foto di cahaya minim. Dimana dalam konteks ini anda akan memfoto di malam hari yang tentu saja kondisi cahaya sangat minim. Akan tetapi, lebih baik anda menghindari penggunaan flash agar tidak mengganggu konsentrasi umat Budha dalam beribadah.
(Gak pakai flash juga bagus kok!)

5. Minta Ijin Terlebih Dahulu Jika Ingin Berfoto
Hal ini terkait dengan banyaknya para pengunjung yang nyelonong berfoto bersama dengan para Biksu. Sebelum berfoto bersama dengan mereka, mintalah ijin terlebih dahulu. Apakah boleh saya mengambil gambar bersama dengan anda? Apakah saya tidak mengganggu anda? Mungkin itu beberapa pertanyaan yang bisa anda ajukan sebelum berfoto bersama mereka. Karena mereka adalah manusia bukan benda obyek foto terlebih lagi mereka sedang melakukan ibadah.
(Kan enak kalo gitu....)

6. Persiapkan Strategi dan Peralatan Anda dengan Baik
Alangkah baiknya sebelum kita berada di medan pertempuran kita persiapkan terlebih dahulu strategi dan peralatan bertempur. Sebelum anda berburu, membaca atau mendengar tips-tips para fotografer pro itu perlu. Lihat juga hasil-hasil jepretan mereka dengan objek yang sama.
(Terutama bagi saya yang masih amatiran ini. Hehe...)

7.  Putuk Situmbu, dengan Hasil Foto yang Berbeda !
Putuk Situmbu adalah salah satu lokasi spot terbaik untuk melihat Sunrise dengan latar Gunung Merapi, Gunung Merbabu dan tentu saja candi Borobudur. Dengan pengambilan foto pelepasan lampion dari sana anda akan mendapatkan foto yang berbeda dari fotografer lainnya. Atau anda juga bisa mencari lokasi lain yang berbeda.
(Hati-hati mendung! hehe...)

Mungkin itu adalah beberapa hal bisa anda perhatikan sebelum memulai berburu foto di malam Waisak. Berikut adalah beberapa hasil foto yang saya abadikan.

Menuju Nirwana
Canon 60D, lensa kit 18-55mm
Mode Av, ISO 2000, f/4.5
Menerbangkan Harapan
Canon 60D, lensa kit 18-55mm
Mode Av, ISO 2000, f/3.5
Bersama Orang-Orang Tercinta
Canon 60D, lensa kit 18-55mm
Mode Av, ISO 2000, f/3.5
Selamat mengabadikan momen di tahun-tahun yang akan datang. Jangan lupa bawa orang tersayang untuk merasakan keromantisan ini bersama. Terlebih lagi hormati mereka yang sedang beribadah dan juga mari menjaga lingkungan. Salamm....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar