Senin, 19 September 2016

R.I.P. ENGLISH

RIP English (Photo by Diomari Madulara via Unsplash)

Yo! watsap pipel of the internet...
*familiar?

Beberapa dari kita akan menjawab atau berkomentar "What's up too bro", "nothing much" atau sesuatu yang bisa menjawab pertanyaan itu. Beberapa dari kita juga mungkin akan berkomentar "ngomong apaan sih ini orang", ada juga yang baik hati meluruskan "eh itu salah ngomongnya (re: nulisnya)" atau berkomentar dengan nyinyir "eh jangan sok inggris deh, gak bisa bahasa inggris jangan sok inggris, tulisan loe salah LOL! " dan sampai akhirnya kebagian pem-bully-an.

Walaupun tidak semua yang berkata nyinyir bermaksud menghina, karena memang cara dia dalam mengkritik seseorang yang berbeda. Tapi alangkah baiknya mengkritik seseorang dengan bahasa yang santun—supaya tidak jatuh dalam konteks hujatan. Ataupun berkomentar dengan menukil kata-kata yang ada di poin ketiga Soempah Pemoeda yang sangat saya hormati itu, yaitu KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA kemudian menyuruh kita untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Walaupun tidak memungkinkan juga untuk menggunakan bahasa baku dalam kehidupan kita sehari-hari. Sampai S-P-O-K harus tersusun dengan benar dan jelas. Kalau anda bisa dan tidak mengganggu lawan bicara anda ya silahkan saja.

Akan tetapi penggunakan bahasa baku memang sangat penting digunakan dalam forum-forum resmi atau kepenulisan karangan ilmiah dan sebagainya yang harus menggunakan bahasa baku. Tidak mungkin juga kan kita menggunakan bahasa alay, slang dan lainnya dalam menulis skripsi misal. Bisa-bisa tidak lekas sidang nantinya. Kesalahan penggunakan bahasa Inggris tadi juga bisa mendapatkan komentar cukup dengan R.I.P. ENGLISH.

Hal di atas sering kita jumpai dalam keseharian kita. Entah itu di dunia nyata maupun dunia maya. Setidaknya ada lima hal yang membuat seseorang diberi komentar R.I.P English , yaitu:

1. Memcampurkan dua bahasa atau lebih dalam berkomunikasi

Yaitu ketika kita berkomunikasi secara tulisan atau lisan dengan seseorang dimana lawan bicara kita menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing. Terlebih lagi bahasa Inggris. Karena sejujurnya tidak hanya bahasa Inggris saja yang sering kita jumpai dalam komunikasi kita dengan bercampur aduk—seperti gado-gado. Beberapa bahasa asing lain yang sering membubui komunikasi dalam pergaulan kita adalah bahasa Jepang, Korea dan Arab.

Saya sendiri tidak begitu bermasalah dengan mereka yang berkomunikasi dengan saya entah itu lewat lisan atau tulisan dengan mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Karena saya sedikit banyak paham dengan yang mereka ingin komunikasikan. Berbeda dengan bahasa Jepang, Korea, Arab atau bahasa lainnya. Karena bahasa tersebut sangat sedikit kosakata yang saya bisa mengerti.

Alangkah baiknya jika kita berkomunikasi dengan seseorang yang tidak mengerti bahasa Inggris sama sekali, kita perlu  untuk menghormatinya dengan berbicara bahasa Indonesia saja—toh anda bisa bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. 

2. Kesalahan dalam penggunakan bahasa Inggris

Kesalahan dalam penggunakan bahasa Inggris ini sering kita temui dalam bentuk tulisan maupun lisan. Entah itu dalam bentuk kesengajaan mereka atau ketidaktahuan mereka dengan apa yang mereka katakan atau tuliskan.

Contoh kesalahan dalam penulisan adalah 'watsap' yang mungkin maksut hati adalah 'what's up' seperti yang telah saya tuliskan di awal tadi. Dalam konteks menulis kata berbahasa Ingris memang tidak mudah. Perlu banyak berlatih tentu saja. Apalagi kalau kita berlatih bahasa yang hurufnya tidak sama-sama latin. Seperti Jepang misal.

Untuk masalah kesalahan dalam lisan ini banyak sekali contohnya dan kita tidak perlu menghina mereka yang salah. Cukup dikoreksi dan diberi tahu yang benar dengan baik. Seperti halnya pengucapan 'even' dan 'event', 'life' dan 'live' dan sebagainya. Atau 'heartache' yang berarti duka bisa kita dengar berbeda seperti 'hard dig', 'hard d*ck'. Silahkan cari tahu sendiri artinya.
*=i

Dalam pengucapan kata dalam bahasa Inggris tidaklah mudah—bahkan untuk mereka yang memiliki bahasa ibu yang sama—yaitu bahasa Inggris. Seperti orang dari British, Amerika, Kiwi, Australia(bukan suku aborigin) dan sebagainya. Jika anda punya waktu luang silahkan buka Youtube dengan keyword "versus". Seperti Kiwi vs Australian, British vs American dan sebagainya.

Sebagai tambahan banyak perbedaan juga dalam menuliskan dan mengucapkan suatu objek. Seperti tulisan 'color' dan 'colour', 'favorite dan favourite' atau penyebutan yang berbeda seperti 'police' dan 'cops' dan masih banyak lagi lainnya yang dimana kedua hal tersebut sama-sama benar.

3. Kesalahan dalam Mengartikan Bentuk Singkatan Bahasa Inggris

Salah satu contoh untuk masalah ini sudah saya tuliskan di bagian atas sana. Tak perlu repot-repot anda untuk nge-scroll ke atas, akan saya tuliskan lagi di sini. Kalaupun anda ingat, ya! Kata itu adalah LOL. Tidak sedikit netizen yang salah mengartikan masalah LOL ini.

LOL adalah akronim dari Laugh Out Loud. Yang dalam bahasa Indonesia bisa diartikan tertawa terbahak-bahak. Bukan toLOL yang seperti dimaksud beberapa netizen di Indonesia. 

4. Tanda Baca 

Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan.

Kita juga harus cermat dalam menggunakan tanda baca. Karena tidak adanya tanda baca atau kesalahan menempatkan tanda baca akan mengakibatkan salah persepsi atau maksud dan tujuan yang akan ingin kita sampaikan. Mari kita lihat gambar di bawah ini.

sumber : google
Permasalahan di atas juga termasuk kesalahan dalam tata bahasa (grammar). Kita bisa lihat tulisan di atas adalah NO! MORE RAPE. Hal ini akan berbeda arti jika tanda seru (!) diletakan di akhir maka tulisannya akan menjadi NO MORE RAPE ! Sudah dapat dipastikan bahwa arti dari dua kalimat di atas berbeda dan bahkan memiliki arti yang berlawanan.

Atau ada juga contoh lain yaitu.
Let's eat kids !
Let's eat (,) kids !
Bagaimana? Apakah anda sudah menangkap perbedaannya?


5. Tata Bahasa (Grammar) 

Tata Bahasa (Grammar) adalah ilmu yang mengajarkan tentang cara menyusun kata-kata untuk menjadi sebuah kalimat secara tepat, atau dapat dikatakan, sebelum anda menyusun sebuah kalimat bahasa Inggris, anda harus mempelajari Grammar terlebih dahulu.

Mempelajari grammar bukan suatu yang mudah. Kita harus melatihnya sesering mungkin. Kesalahan tata bahasa ini sering kita jumpai dalam kehidupan kita dan tidak mengenal orang yang sedang mengatakan dan menuliskan. Bahkan sampai salah satu program acara televisi Indonesia yang kini sudah tidak ada itu pun salah dalam penyebutannya.

Dimana slogan dari program acara tersebut adalah "Keep Smile" padahal pengucapan dan penulisan yang benar adalah "Keep Smiling". Mungkin bentuk kesalahannya kecil tapi bisa memberi efek yang besar karena ditonton oleh jutaan pasang mata dan beragam usia di Indonesia—atau mungkin di negara lainnya juga.

Tidak perlu berkecil hati jika anda dalam proses belajar dikomentari dengan kalimat R.I.P English. Semakin kita banyak salah, semakin dekat juga kita dengan kebenaran—yah palah ber-quote ria—tapi tak apalah. Dalam melatih bahasa Inggris kita bisa lakukan dalam kehidupan keseharian kita. Apa saja yang bisa membantu kita dalam belajar bahasa Inggris di keseharian? Silahkan klik disini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar