Minggu, 18 September 2016

Tips Melatih Bahasa Asing dalam Keseharian

Tips Melatih Bahasa Asing dalam Keseharian (Photo by Romain Vignes via Unsplash)
Anda tidak perlu repot-repot berpikir seberapa tinggi kemampuan berbahasa asing saya—bahkan bisa saja anda sangat jauh lebih baik daripada saya. Berbicara soal nilai TOEFL pun saya tidak mendapatkan skor yang tinggi. Disaat teman sejawat sudah bisa berselancar di Hawai atau berjemur ria di  Maldives—saya masih berjalan kaki menuju kampus untuk mengikuti pelatihan TOEFL tambahan selama beberapa pekan.

Walaupun pada akhirnya saya bisa lulus dengan skor yang tidak jauh berbeda dengan skor kelulusan—setelah mengikuti pelatihan tentu saja. Namun itu menjadi sebuah kabar gembira untuk saya yang mana  sudah beberapa kali mengikuti tes tapi tidak pernah bisa melewati skor 400 sebagai syarat yudisium pada waktu itu. Hal ini bukan menjadi sesuatu yang sulit bagi anda bukan? Sedikit provokator memang melihat judul yang berani-beraninya saya memberi tips terampil berbahasa asing sedangkan saya sendiri tidak semahir bayangan anda dalam berbahasa asing.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa saya bagikan kepada anda tentang bagaimana kita belajar bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana saya dapatkan dari berbagai sumber dan pengalaman.

Hal ini sangat membantu saya dimana awal kuliah saya buta dan tuli terhadap bahasa asing. Cukup mengherankan memang, kenapa saya bisa lulus dari bangku sekolah. Dimana salah satu ujian pokoknya adalah bahasa Inggris.

Alasan terbesar saya belajar bahasa asing—terlebih bahasa inggris karena bahasa Inggris adalah bahasa Internasional. Dimana banyak orang di dunia ini menguasai bahasa tersebut, dan itu membantu saya yang mana saya sangat suka berkomunikasi. Mendengar dan membaca pendapat seseorang dari apa yang mereka tulis atau katakan. Tentu saja bisa memberi wawasan yang lebih jika saya bisa berbahasa asing.

Belajar bahasa asing tak ubahnya ketika kita belajar bahasa ibu. Ada penyesuaian dan perulangan di dalamnya. Membiasakan indera kita untuk mengenal dan terbiasa dengan bahasa tersebut. Dimana kita awali dengan mendengar akhirnya kita bisa berbicara dan berlanjut hingga bisa membaca kemudian menulis. Berikut adalah beberapa tahap yang bisa kita lakukan dalam melatih bahasa asing kita di kehidupan sehari-hari.

Mendengar dan Melihat

Langkah awal kita dalam memperlajari bahasa asing adalah membiasakan indera pendengaran untuk menerima bahasa tersebut. Menjadikan kita merasa terbiasa dan nyaman mendengar bahasa tersebut sehingga kita mampu menerima dengan mudah. Banyak hal yang bisa kita latih untuk membiasakan hal ini, diantaranya;

Mendengarkan lagu—dengan memperhatikan lirik akan lebih membantu tentu saja. Disaat pertama kali kita mendengarkan lagu dan memperhatikan lirik maka di dalam diri kita secara tidak langsung akan menyelaraskan antara suara sang vokalis dan kata-kata di dalam lirik yang kita baca. Ini akan mempermudah ketika kita mendengarkan lagu lagi yang kita dengar sebelumnya tanpa membaca lirik. Karena di dalam otak kita mampu memunculkan kata-kata di dalam lirik saat sang vokalis menyanyikannya.

Sehingga kita bisa mendengarkan apa yang dikatakan sang vokalis dengan lebih jelas karena kita sudah terbiasa mendengar dan terbayang kata dari apa yang kita lihat di dalam lirik lagu tersebut. Tidak lupa kita juga harus meluangkan waktu untuk membuka kamus jika ada kata yang tidak dimengerti artinya. Atau anda bisa buka situs ini, untuk menemukan lirik lagu dengan terjemahan ke bahasa Indonesia.

Menonton film—dengan subtitle bahasa asing yang anda pelajari tentu saja—bukan dengan subtitle bahasa Indonesia. Proses ini tidak jauh berbeda dengan apa yang saya jelaskan mengenai mendengarkan lagu dengan memperhatikan lirik di atas. Karena konsentrasi kita akan lebih memperhatikan subtitle maka pastikan gunakan subtitle berbahasa asing yang anda pelajari. Maka indera pendengaran dan penglihatan kita akan bersinergi dan terbiasa. Walaupun kita akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit karena kita juga perlu melihat jalan cerita.

Melihat dan mendengarkan pidato atau debat. Selain akan menambah kosakata anda dalam berbahasa asing, anda juga dapat menambah wawasan dari apa disampaikan orang yang melakukan debat atau pidato.

Berbicara

Setelah kita membiasakan indera pendengaran dan penglihatan kita. Maka selanjutnya tentu saja melatih ucapan kita. Melatih bagaimana kita bisa berbicara menggunakan bahasa asing. Tidak perlu takut jika tata bahasa kita masih salah. Biasakanlah mulut kita untuk berbicara menggunakan bahasa asing. Sehingga sampai pada akhirnya kita terbiasa dan tidak kaku dalam mengucapkan kata-kata bahasa asing yang kita pelajari. Hal yang dapat kita lakukan diantaranya;

Berbicara sendiri—dengan mendeskripsikan tentang diri anda. Menjelaskan tentang siapa diri anda dengan menggunakan bahasa asing yang ingin anda pelajari. Seperti menjelaskan tentang nama anda siapa, hobi anda apa dan lain sebagainya.

Keluarlah—sangat perlu untuk keluar kemudian mempraktekan bahasa asing anda dengan mendeskripsikan apa yang anda lihat dan apa yang anda rasakan. Jika nanti anda menemukan benda atau situasi yang tidak diketahui bahasa asingnya maka luangkanlah waktu untuk membuka kamus atau sekedar mencatat sehingga bisa kita cari artinya nanti.

Lawan bicara—salah satu yang bisa mempercepat anda dalam berbahasa asing adalah mendapatkan lawan bicara. Dimana dalam kondisi ini anda akan menyelaraskan antara mendengar, melihat dan berbicara. 

Membaca

Membaca dalam konteks ini adalah disaat kita juga mengeluarkan suara—tidak hanya di batin di dalam hati. Hal ini sangat berhubungan erat dengan apa yang telah kita pelajari di atas. Dimana kita akan terbantu dalam membaca setelah kita melatih pendengaran dan berbicara. Melatih pendengaran kita dalam menerima informasi dengan nada dan pengucapan yang benar. Kemudian melatih pengucapan kita dengan benar.

Berbicara soal membaca kita juga dapat menambah kosakata, tata bahasa dan kemampuan bahasa asing lainnya dengan membaca buku yang anda sukai. Entah itu novel, buku memasak, jurnal ilmiah atau lain sebagainya.

Menulis

Menulis dengan bahasa asing bukanlah sesuatu yang mudah. Tahap ini anda akan temui jika anda masuk di dalam dunia pendidikan dan lain sebagainya. Bukan hanya untuk berbicara secara langsung dengan orang asing. Dimana kita juga harus melatihnya untuk memperdalam ilmu kita. Seperti halnya disaat kita mendengar kata "what's up" kemudian kita ingin menulisnya. Jika kita sudah melatih pendengaran dan membaca, kemungkinan besar kita tidak akan salah dalam menulis kata tersebut. Anda mungkin tidak akan menulisnya dengan "wats ap" atau lain sebagainya karena anda sudah pernah membaca kata tersebut sebelumnya. Atau menulis bahasa asing yang tidak menggunakan huruf latin dimana itu akan lebih banyak usaha dalam mempelajarinya.

Dalam mempelajari bahasa kita harus banyak dalam praktenya. Bukan berarti teori tidak penting. Karena pada dasarnya mempelajari bahasa asing adalah bisa terjalinnya komunikasi. Dimana informasi dari pihak A akan tersampaikan ke pihak B dengan maksud dan tujuan yang sepaham.

Dalam prakteknya dalam kehidupan komunikasi secara langsung kita harus banyak melatih dalam mendengar, melihat dan berbiacara. Akan tetapi, kita juga harus memperdalamnya dengan membaca dan menulis dengan benar tentu saja.

Seperti halnya yang telah kita ketahui bahwa ada anak yang bernama Putu Rista dengan usia 10 tahun bisa berbicara 23 bahasa. Tentu saja ini karena Putu Rista telah banyak melatih pendengaran, penghlihatan dan berbicara dengan terjun langsung ke 'lapangan'.

Tidak perlu berkecil hati jika ada banyak orang yang meremehkan bahasa asing anda karena masih terdapat kesalahan di dalamnya. Atau mereka yang mengatakan R.I.P English dan sebagainya. Jika ada orang yang mengoreksi bahasa asing anda. Jadikan itu sebagai ilmu dan pelajaran berharga bukan dihindari. Berterima kasihlah kepada mereka yang bersedia meluangkan waktu untuk anda berkembang. Membuat anda keluar dari kesalahan dan bisa memperbaiki bahasa asing anda dengan benar. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar