Kamis, 20 Oktober 2016

Kirab Bakpia Yogyakarta

Saya dan Teman-Teman
Yogyakarta itu memang istimewa deh, salah satu yang membuatnya tak lain tak bukan yaitu kebudayaannya. Banyak sekali acara budaya tahunan yang sering diadakan di Yogyakarta. Salah satunya adalah Kirab Bakpia.

Kirab bakpia sendiri adalah acara tahunan yang sering diselenggarakan di kelurahan Ngampilan, Yogyakarta. Dimana disana adalah sentra kuliner bakpia. Yang sering kita kenal dengan nama Bakpia Pathuk.

Menurut KBBI, Kirab adalah perjalanan bersama-sama atau beriring-iring secara teratur dan berurutan dari muka ke belakang dalam suatu rangkaian upacara (adat, keagamaan, dan lain sebagainya). So, kirab bakpia adalah rangkaian upacara atau pawai yang membawa gunungan bakpia sebagai intinya.

Kirab bakpia sendiri merupakan bentuk syukur atas kelimpahan rezeki yang diterima oleh pengusaha bakpia Ngampilan pada khususnya dan warga Ngampilan pada umumnya. Selain itu, merupakan bentuk ungkapan berbagi, bersuka cita dan memohon kepada Tuhan untuk kehidupan yang lebih baik.
Kirab Bakpia
Acara ini pun tak lepas dari agenda yang ada di dalam hidup saya. Walaupun saya bukan orang Yogyakarta tapi saya sendiri bisa merasakan euforianya. Bahkan tidak cuma menonton, tapi ikut keliling dengan "sedikit" berpakaian adat ala Yogyakarta.

Acara ini bisa saya ikutin tak lepas dari koneksi pertemanan yang dibangun saat KKN (Kuliah Kerja Nyata). Walaupun acara KKN sudah berakhir tapi kami para mahasiswa KKN dan pemuda di tempat KKN masih berhubungan baik. Dimana tempat KKN saya dulu di salah satu RW di Ngampilan, Yogyakarta.

Berbekal dari informasi dari Pak RW dan para pemuda akhirnya saya dan beberapa teman mahasiswa KKN ikut ke lokasi dan meramaikannya. Berbekal kepedean juga kamipun mengikuti rombongan. Walaupun tidak dari titik start karena telat. Dengan sedikit berlari-lari dan menembus jalan pintas akhirnya bisa menyusul ke rombongan RW tempat saya KKN dulu.

Acaranya sangat seru dan menyenangkan. Kami mendapat respon yang sangat positif dari warga. Dengan ramah tamah khas orang Jogja mereka menyambut kami dengan senyum di wajah mereka. 
Saya dan temen-temen mendapat kesempatan memegang kenthongan yang awalnya dibawa anak-anak.  Gak usah ditanya iramanya bagaimana. Ancuuuuur!!! Hahahaha.

Acara ini saya ikuti mendadak dan tanpa persiapan, tiba-tiba saja diberi alat sebagai tanda alarm dari bambu itu. Dimana juga bisa menjadi sebuah alat musik. Gak kebayang deh iramanya bagaimana. Semuanya belum nyatu. Untungnya saja mereka (warga) fine fine aja. 

Merem
Sebenarnya, ada beberapa temen juga yang dateng ke lokasi tapi tidak ikut pawai. Mereka hanya sekedar menonton dan mendokumentasikan acara. Tapi, overall jempol untuk mereka dan acaranya.
Dua jempol deh :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar