Sabtu, 19 November 2016

The Lucky Boomerang Bookshop dan Sebuah Perjalanan dalam Menemukannya

Sebuah Hadiah yang Saya Dapatkan dari Lucky Boomerang Bookshop
12 November 2016 - Dunia sastra memang sesuatu hal yang menarik bagi saya. Terutama di akhir semester saya berada di kampus. Kebiasaan saya sering membaca sewaktu kecil yang sudah lama hilang akhirnya kembali lagi. Kini saya menemukan apa yang ingin saya lakukan. Salah satunya adalah mempelajari banyak hal di dunia sastra.

Hari ini saya akan memenuhi janji dari seorang teman yang mengajak untuk mencari buku atau sekedar melihat-lihat di salah satu toko buku yang epic di kota Yogyakarta. Toko buku itu adalah Lucky Boomerang Bookshop yang terletak di jalan Sosrowijayan GT 1/95 Gang 1 Yogyakarta.

Des. Seorang teman yang saya kenal lewat program Kuliah Kerja Nyata mengajak saya menjelajah menemukan toko buku yang katanya epic itu. Saya dan Des memiliki kesukaan yang sama, yaitu dunia sastra. Banyak hal yang dapat saya pelajari darinya tentang dunia sastra dan lain sebagainya. Terlebih dia mengambil program studi sastra inggris. Dimana sastra dan bahasa Inggris merupakan suatu hal yang menggoda untuk saya pelajari.

Berangkat dari tempat saya tinggal di Jogja, sekitar 15 menit kami sudah sampai di sekitar jalan Malioboro dengan menggunakan sepeda motor. Waktu itu ada sedikit pertanyaan ketika ingin memasuki jalan Malioboro, dimana sepeda motor boleh masuk jalan Malioboro atau tidak. Karena dulu pernah membaca suatu berita yang mengatakan Malioboro bebas dari sepeda motor.

Akan tetapi setelah melihat lalu lalang sepeda motor dan mobil yang masuk jalan Malioboro saya pikir boleh-boleh saja. Terlebih disekitar saya mengendarai banyak polisi (yang katanya sangat tertib dalam menilang) membiarkan kami masuk jalan Malioboro.

Jalan Sosrowijayan sangat mudah kita temukan. Setelah menyusuri beberapa meter jalan Malioboro dan menemukan toko Circle K di kanan jalan, kita tinggal berbelok ke kanan menuju jalan masuk yang ada di sebelah toko Circle K tersebut.

Setelah masuk jalan Sosrowijayan kita tinggal menyusuri beberapa meter lagi untuk menemukan gang 1 yang berada di kanan jalan.
Gang 1
photo via : jalan sambil jajan
Masalah selanjutnya yang saya temukan adalah bingungnya mencari tempat parkir. Jalan Sosrowijayan pun kami susuri namun tidak ada yang menyediakan parkiran sampai akhirnya ada seorang bapak-bapak yang mengatakan parkirannya ada di dalam dan mengarahkan saya dan Des masuk ke sebuah gang yang ada di kanan jalan. Gang itu kami susuri, setelah mentok hanya sebuah jalan buntu dan sekumpulan bapak-bapak yang sedang asik mengobrol.

Saya dan Des kembali lagi ke jalan utama karena parkiran nyatanya tidak kami temukan. Ketika ingin kembali, seorang bapak-bapak yang kami temui di awal tadi akhirnya mengantar kami kembali ke tempat sekumpulan bapak-bapak yang sebelumnya kami temui juga. 

Salah seorang dari bapak-bapak yang asik mengobrol tadi bertanya: "Untuk hari ini mas?". Saya pun mengiyakan walaupun masih janggal dengan pertanyaan tadi. "Memang sih, parkirnya cuma untuk hari ini tapi perasaan tidak pernah ada orang jaga parkir yang bertanya seperti itu" Batin saya. Setelah turun dari motor saya melihat kesempatan, salah satu tali sepatu saya ada yang terlepas ikatannya. Saya pun segera mengikatnya dan iseng mengikat tali sepatu saya dengan sangat lama. Biar Des teman saya yang menyelesaikannya. Karena saya sepertinya sudah menangkap pertanyaan yang diajukan bapak tadi.

Ternyata benar, pertanyaan tadi adalah tentang sewa penginapan. Saya menahan ingin tertawa dan sebelum kami pergi bapak yang bertanya tadi bilang kalau tempat parkir untuk motor memang ada di tempat parkir Abu Bakar Ali. Jalan Malioboro memang bebas dari sepeda motor, dalam artian parkir ilegal di trotoar jalan.

Setelah berputar dan memparkirkan motor di kompleks parkir Abu Bakar Ali akhirnya kami menuju ke Gang 1 Srosrowijayan lagi dengan berjalan kaki. Sebenarnya, sebelum saya pergi ke daerah Malioboro saya sudah bertanya ke grup kelas kuliah di whatsapp. Tapi tidak ada respon sama sekali. Yasudah, biarlah. Pencarian harus tetap di lanjutkan.

Finally!

Sebuah toko buku dengan papan nama toko bertuliskan "Boomerang Bookshop" berwarna putih di atas sebuah papan berwarna hitam akhirnya kami temukan. Desain yang ditawarkan Lucky Boomerang Bookshop sangat unik. Seperti mencerminkan seseorang yang mencintai dunia seni, sastra dan traveling. Sesuatu hal yang saya cintai juga. 

Lucky Boomerang Bookshop tidak hanya sekedar sebuah toko yang menyediakan buku. Namun banyak hal yang bisa kita dapatkan di sana. Mereka menyediakan postcards, kerajinan tangan, suvenir yang bisa kita beli dan bawa pulang.

Kondisi buku yang dijual di Lucky Boomerang Bookshop beragam. Ada yang baru dan ada yang bekas. Dimana buku dapat kita dapatkan dengan kualitas yang terjamin. Sekian lama saya dan Des menghabiskan banyak waktu memilih buku disana, tidak saya temukan buku yang berbahasa Indonesia. Sejauh mata memandang, semua yang saya lihat berbahasa Asing. Selain buku dengan bahasa Inggris yang mudah dan banyak saya temukan, terdapat juga buku-buku dalam bahasa Prancis, German, Belanda dan lain sebagainya.

Saya seperti menemukan sebuah harta karun yang berada di tempat yang tepat. "Buku berbahasa asing, dari luar negeri, wow!" Teriak saya dalam hati. "Pokoknya harus membeli paling tidak satu buku untuk saya bawa pulang" Pikir saya. Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, saya memang suka belajar dan berbicara bahasa Inggris dalam keseharian saya. Walaupun saya belum menguasai bahasa Inggris dengan baik dan benar. Terlebih saya sangat senang berkomunikasi dengan orang yang memiliki latar belakang yang berbeda dengan saya. Entah itu agama, pandangan politik, negara, bahasa, budaya dan lain sebagainya.

Dengan buku, saya bisa mendapatkan kedua hal tersebut. Melatih bahasa Inggris saya dan melihat sudut pandang penulis yang memiliki latar belakang berbeda dari karya yang dia tuliskan.

Selama saya dan Des disana, kami mendapati dua orang warga negara asing yang datang dan bertanya kepada pemilik toko buku tentang bisakah dia menjual buku yang dia bawa. Jawabannya adalah iya. Lucky Boomerang Bookshop  memang sebuah toko buku yang menjual, membeli dan menukar sebuah buku. Kebanyakan dari mereka adalah traveler yang mampir ke toko buku tersebut.

Selain itu, buku yang pernah kita beli dari sana bisa kita jual kembali ke toko buku tersebut dengan dihargai separuh harga pembelian.

Setelah menghabiskan banyak waktu mencari, akhirnya saya mendapatkan sebuah buku dari Alexander McCall Smith yang bejudul The Right Attitude To Rain. Buku ke-3 dari 12 buku yang ada dalam seri Isabel Dalhousie and the Sunday Philosophy. Sedangkan Des, teman saya, membawa pulang buku berjudul A friend of earth karya Tc Boyle.

Berikut adalah sedikit gambaran tentang Lucky Boomerang Bookshop dari situs resminya. Karena saya tidak sempat membawa kamera dan selain itu ada aturan tidak boleh mengambil gambar.




Silahkan mampir dan selamat berpetualang dalam pencarian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar