Jumat, 20 Januari 2017

Melihat Jodoh dari Kacamata Rezeki

Photo via Unsplash (Sweet Ice Cream Photography)
Pernahkah kamu berpikir jodoh itu suatu hal yang pasti atau tidak? Pernahkah kamu berpikir jodoh itu suatu hal yang digariskan oleh Allah SWT secara mutlak atau ada campur tangan dari setiap individu manusianya? Pernahkah kamu berpikir bahwa jodoh itu tak kemana atau kita perlu kemana-mana untuk mendapatkan jodoh? Pernahkah kamu berpikir seperti itu?

Kalau iya, berarti kita memiliki permasalahan yang sama. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang sering saya pikirkan dan tanyakan tentang masalah jodoh. Terlebih lagi status saya yang belum memiliki pasangan alias single jones! Beberapa dari pertanyaan-pertanyaan itu juga pernah saya tuliskan di artikel sebelumnya : Konsep Jodoh (?) dan Selamat Menempuh Hidup Baru.

Kalau kamu meyakini atau setuju bahwa jodoh itu adalah bagian dari rezeki yang Allah berikan maka kalimat-kalimat di bawah ini Inshaa Allah dapat membantu kamu dalam menemukan jawaban. Saya tidak merekomendasikan kalimat-kalimat di bawah ini bagi kamu yang tidak meyakini atau tidak setuju bahwa jodoh merupakan bagian dari rezeki. Akan tetapi saya tidak melarang kamu yang tidak setuju atau tidak meyakini jodoh merupakan bagian rezeki untuk membacanya.

Menurut KBBI rezeki adalah (1) segala sesuatu yang di pakai untuk memelihara kehidupan (yang diberikan oleh Tuhan); makanan (sehari-hari); nafkah. (2) penghidupan; pendapatan (uang dan sebagainya untuk memelihara kehidupan); keuntungan; kesempatan mendapat makan.

Akan tetapi rezeki bukanlah selalu tentang  materi. Rezeki adalah sesuatu yang Allah halalkan untukmu, entah berupa pakaian, makanan, sampai pada istri. Begitu pula anak laki-laki atau perempuan termasuk rezeki. Termasuk dalam hal ini adalah kesehatan, pendengaran, penglihatan.

Rezeki sendiri dibagi menjadi dua. Yaitu rezeki mutlak dan rezeki ikhtiar (usaha/ daya upaya). Untuk mempermudah memahami tentang rezeki kita dapat menganalogikannya seperti pohon apel.

Photo via Unsplash (Tim Mossholder)
Buah apel itu ibarat rezeki yang sudah Allah berikan untuk setiap makhluk yang Dia ciptakan. Entah itu apel yang jatuh atau apel yang masih ada di pohon. Dimana apel yang jatuh itu ibaratnya adalah rezeki mutlak. Rezeki yang pasti akan didapat oleh setiap makhluk-Nya. Sedangkan buah apel yang masih ada di pohon adalah rezeki ikhtiar. Rezeki yang perlu usaha untuk mendapatkannya.

Apel yang  ada di pohon itu bisa kita dapatkan jika kita bisa mencapainya. Entah itu menggunakan bantuan tangga, tongkat atau bantuan lainnya. Dimana semakin tinggi tangga atau semakin panjang tongkat maka kita akan semakin leluasa untuk mengambil apel yang ada di pohon. Tangga, tongkat atau alat bantu lainnya ini dalam kehidupan bisa diartikan sebagai ilmu. Seperti halnya hadist yang mengatakan: "Jika kamu ingin dunia, maka cari ilmunya. Jika kamu ingin akhirat, maka cari ilmunya. Jika kamu ingin keduanya, maka cari ilmunya"

Untuk itu jika kita ingin mendapatkan lebih banyak rezeki ikhtiar maka kita harus mencari ilmunya. Sebagaimana orang yang ingin menjadi pengusaha maka dia harus mencari ilmu tentang bisnis. Orang yang ingin pintar matematika maka dia harus belajar matematika dan masih banyak contoh lainnya.

Rezeki Allah ini diberikan ke semua makhluknya. Entah itu muslim atau non muslim. Yang membedakan adalah kebarokahannya. Yaitu halal dan haramnya. Jadi kalau kita melihat analogi buah apel tadi, kita harus memilih buah apel yang bagus lagi baik dan bahkan buah apel yang rusak sedikit pun tidak usah kita ambil. Dalam kehidupan berarti kita mencari rezeki itu yang halal dan toyib.

Dalam konteks mencari jodoh Islam juga menentukan halal dan haram. Sebagimana seorang muslim tidak boleh menikahi orang yang berjenis kelamin sama (LGBT), wanita yang menyusui kita entah itu ibu kandung ataupun tidak, orang yang memiliki kedekatan darah. Seperti anak perempuan kita, saudara perempuan kita, tante dan masih masih banyak lagi kententuan-ketentuan yang perlu diperhatikan seorang muslim dalam mencari pasangan.
Photo via Unsplash (Krishnam Moosaddee)
Lalu apakah jodoh itu merupakan rezeki mutlak atau rezeki ikhtiar?

Ada sebuah hadist yang mengatakan: "Tidak akan datang kematian kepada seseorang jika semua rezeki belum sampai kepadanya". Dimana rezeki disini adalah rezeki mutlak.

Setelah kita melihat apa yang terjadi maka kita dapat menyimpulkan bahwa jodoh itu adalah rezeki ikhtiar. Karena seseorang yang masih sendiri alias single alias belum mendapatkan pasangan alias jomblo alias jones nyatanya kematian itu sudah bisa menghampirinya.

Memang benar jodoh merupakan kehendak Allah, sebuah takdir yang diberikan oleh Allah dan merupakan kuasa Allah. Dimana Allah tahu apa yang akan terjadi pada setiap makhluk-Nya dan takdir jodoh disini merupakan takdir Mua'llaq. Takdir Mua'llaq adalah takdir yang bisa diubah dengan ikhtiar dan kerja keras, usaha dan doa.

Sebagaimana hal ini juga bisa menjawab beberapa pertanyaan tentang jodoh. Semisal ada orang yang meninggal karena dibunuh. Dimana orang itu sudah ditentukan jodoh atau pasangan dalam hidupnya. Lalu apakah orang yang digariskan berjodoh dengan orang yang sudah meninggal tadi dalam hidupnya tidak akan memilki pasangan? Tentu saja itu merupakan rahasia Allah. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi nanti.

Namun jika kita meyakini bahwa jodoh itu merupakan takdir ikhtiar maka orang yang ditinggal calon jodohnya lewat kematian "tidak secara alami" tadi dalam hidupnya In shaa Allah bisa menemukan pasangan hidup. 

Atau beberapa pertanyaan tentang kenapa ada seorang laki-laki yang memiliki isteri lebih dari satu, tentang seseorang yang bercerai kemudian mendapatkan pasangan baru. Apakah jodohnya adalah pasangan yang lama atau baru?  Dan masih banyak contoh lainnya.

Semua yang akan terjadi pada diri kita nanti Allah sudah mengetahuinya. Entah itu kita akan memilih jalan lurus, berbelok ke kanan, berbelok ke kiri, naik, turun dan sebagainya. Allah sudah tahu hal itu. Dimana ini adalah takdir ikhtiar tadi. Sebuah takdir yang melibatkan campur tangan setiap individu dalam menentukan hidupnya sendiri.

Yang perlu kita garis bawahi adalah hukum Allah itu mutlak. Kita harus mengimaninya entah itu sependapat atau tidak sependapat. Tidak perlu kita mendebatnya. Karena sekeras apapun kita dalam mendebatnya dan secerdas apapun kata-kata untuk melawannya, hukum Allah tidak akan berubah.

Wallahualam bissawab (dan Allah yang Mahatahu sesungguhnya)

Salam,
Sukma Kurniawan

1 komentar:

  1. KASQQ.COM - Agen BandarQ|BandarQ Online|BandarQ Online Terpercaya|Situs BandarQ|Situs Poker|Poker Uang Asli|Situs Judi Online|Situs Judi Online Terpercaya
    Agen BandarQ
    BandarQ Online
    BandarQ Online Terpercaya
    Situs BandarQ
    Situs Poker
    Poker Uang Asli
    Situs Judi Online
    Situs Judi Online Terpercaya
    KASQQ adalah sebuah Situs Judi Online Terpercaya terbaik dan juga BandarQ Online Terpercaya, Sebagai partner Agen BandarQ Online Terpercaya dan Agen BandarQ Online Terbaik. KASQQ Juga sebagai website Situs BandarQ dan Situs Judi Online Terpercaya yang menyediakan games-games terbaik buat anda. Minimal Deposit dan WD sangat terjangkau hanya 20 Rb anda sudah bisa bermain Poker Uang Asli
    Ayo Segera Gabung Dan Mainkan Sekarang Juga Di KASQQ

    BalasHapus