Selasa, 16 Januari 2018

[Board Game Kesehatan] Melatih Bapak-Ibu Pegawai Puskesmas

Photo via  puskesmasbantulkab.go.id
Memasuki minggu ketiga yaitu minggu terakhir batas waktu penyerahan board game saya mendapat kabar bahwa akan diadakan sebuah pelatihan tentang board game yang kami buat. Dengan judul “Pelatihan Pengembangan Media Promosi Kesehatan Melalui Board Game”. Jadi kami dari pihak tim produksi mendapat tugas baru yaitu menjadi pelatih para peserta yang diundang oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul selama tiga hari berturut-turut.

Peserta merupakan perwakilan dari 27 Puskesmas yang berada di Kabupaten Bantul. Setiap Puskesmas diwakili oleh dua orang peserta. Meliputi laki-laki dan perempuan serta dari berbagai tingkatan usia. Tujuan dari pelatihan adalah diharapkan nantinya perwakilan tersebut dapat mensosialisasikan dan mengembangkan media promosi kesehatan di Puskesmas masing-masing.

Acara dibuka oleh perwakilan Dinas Kesehatan kabupaten Bantul kemudian diisi oleh tim dari DAKON. Selama tiga hari berturut-turut pihak DAKON bertugas menjadi pemateri dan pelatih. Dimana pemateri memiliki tugas untuk memberikan wawasan yang berkaitan dengan board game secara umum di depan semua peserta sedangkan tugas dari pelatih adalah memberikan wawasan tentang board game karya tim DAKON dan memberi pelatihan cara bermain kepada peserta yang telah dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Saya sendiri bertugas menjadi salah satu pelatih. Ini merupakan pengalaman pertama saya berbicara di muka umum berkaitan dengan pekerjaan. Dimana pesertanya notabene lebih dewasa daripada saya ditinjau dari usia.

Dalam padatnya revisi dan produksi yang tidak mengenal waktu saya menyempatkan untuk membaca materi dan mempelajari kembali cara bermain tiga board game yang kami buat. Karena itu membuat saya lebih siap dan merasa nyaman dan tentu saja itu adalah bentuk tanggung jawab serta profesionalitas. Walaupun sebelum pelatihan ada pengarahan-pengarahan singkat tentang cara bermain yang mungkin ada tambahan atau pengurangan dalam setiap materi board game.

Pada hari pertama kami di tim pelatih memberikan pelatihan tentang board game yang bernama “Diabetamon”. Dimana sebenarnya rencana awal hari pertama adalah board game “Germas Game” namun diganti karena ada sedikit masalah di bagian produksi. Kemudian pada hari kedua permainan yang dimainkan adalah dua board game sekaligus yaitu “Germas Game” dan “Ciberat”. Selanjutnya pada hari ketiga diisi dengan memainkan beberapa board game yang dimiliki DAKON.

Pada hari ketiga saya terpaksa tidak ikut karena mengurusi di bagian produksi yaitu penyortiran. Demi tercapainya target pemesanan dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Jadi memasuki hari ketiga tepatnya lewat tengah malam komponen permainan yang tim buat baru selesai proses pemotongan. Kemudian dilanjutkan proses penyortiran komponen sesuai set yang sudah ditentukan. Yang mana jumlahnya ribuan. Memasuki waktu shubuh proses penyortiran kami hentikan untuk istirahat. Kemudian sekitar pukul delapan pagi kami melanjutkan kembali sampai menjelang sore hari akhirnya selesai. Hari dimana hampir 24 jam saya tidak tidur itulah hari ketiga pelatihan dan hari batas waktu penyerahan.

Itulah mengapa ada beberapa orang pada hari ketiga tidak ikut mengisi pelatihan. Di tim game designer yang terdiri dari sepuluh orang ada lima orang yang tidak ikut. Dua orang dari tim “Germas Game”, dua orang dari “Ciberat” dan satu orang dari “Diabetamon”.

Karena tidak mengikuti pelatihan maka saya dan empat rekan saya yang sibuk mengurusi di bagian produksi tidak mendapatkan royalty sebagai pelatih pada hari ketiga. Namun, Alhamdulillah-nya kami diberi “ganti rugi” oleh salah satu pemiliki DAKON dari hasil menjadi pemateri selama tiga hari berturut-turut. Yang mana jumlah jumlah royalty menjadi pemateri dan pelatih berbeda. Walaupun royalty menjadi pelatih tidak sebesar pemateri yang sampai jutaan namun kalau dikalikan tiga hari maka itu merupakan jumlah yang tidak sedikit. Dan tentu saja itu belum termasuk gaji utama menjadi game designer. Sungguh pengalaman yang berkesan dan bermanfaat sekali bagi anak kos seperti saya.

Baca juga:
1. [Board Game Kesehatan] Menjadi Bagian Tim DAKON Library X Dinkes Bantul
2. [Board Game Kesehatan] Serunya Proses Pembuatan Germas Game, Ciberat dan Diabetamon
3. [Board Game Kesehatan] Melatih Bapak-Ibu Pegawai Puskesmas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar